Thursday, November 10, 2011

Sistem Keamanan (surveilance security)

Keamanan merupakan menjadi bagian aspek penting dari tiap sisi hubungan social, mengingat betapa meningkatnya kemajuan teknologi dan informasi serta beberapa aspek sendi kehidupan yang tak berimbang dengan segi kemajuan dibidang ekonomi dan darin sisi moral psikologi, sehingga tak jarang meningkat pula kejahatan dengan berbagai cara.
Sehingga berbagai macam tipe keamanan dijalankan, baik dari kemanan jaringan dunia maya hingga jaringan system tatap muka, namun itupun juga tak dapat membendung arus kriminalitas yang kian maju seiring dengan kemudahan yang diberikan pada masa ini.
Sementara, melalui proses pembentukan budi pekerti dan pembentukan jati diri yang terarah seperti hanya sebuah harapan kosong yang tak pernah dapat dipenuhi, “semakin tinggi kualitas pendidikan seseorang maka semakin besar pula kesempatan dan tindakan kejahatan yang akan dilakukannya”, kutipan kata‐kata inilah yang selalu terdengar di sekitar kita.
Beberapa Perusahaan bahkan perseorangan membentuk sebuah kelompok keamanan dengan menggunakan basic human security system dengan mempekerjakan tenaga‐tenaga terlatih serta dengan tingkat disiplin yang begitu tinggi.
Yang menjadi pertanyaan disini adalah, Apakah menggunakan metode Satuan Pengamanan (Satpam) ataupun Security System by human lainnya dapat berjalan efektif hingga membuat anda merasa nyaman dan aman?
“Mungkin !, karena itu merupakan system keamanan yang efektif hingga saat ini”. Hanya jawaban itu dan beberapa alasan yang hamper serupa yang tertanam dibenak kita masing‐masing. Sehingga membuat kita masih berada dalam stagnansi logika yang seolah tak dapat menemukan jalan lain yang jauh lebih efektif dan menekan biaya (cost).
Karena seperti yang kita ketahui, beberapa factor system keamanan dengan mempekerjakan orang lain atau jasa keamanan tentu memakan biaya yang tak sedikit, terlebih beberapa saat yang lalu terdengar kabar miring mengenai petugas keamanan yang turut pula bertindak criminal, dan beberapa berita miring lainnya.
Dan saat ini kembali kita temui alasan klasik, bahwa mereka manusia yang memiliki rasa dan karsa serta logika berikut hasrat. Namun, haruskah hal ini menjadi bahan yang harus selalu dimaklumi? Karena biar bagaimanapun pemilik asset‐lah yang dirugikan, bahkan tidak hanya harta benda, bahkan keluarga dan nyawa bisa menjadi taruhannya.
Untuk mencegah dan mendukung system keamanan yang jauh lebih baik, dengan dukungan teknologi yang kini terus berkembang pesat, dan menghindari seminimal mungkin factor kelalaian atau human error banyak Program System Keamanan yang menunjang dan banyak diperjual belikan, sehingga konsumen seperti dijejali produk‐produk yang mereka sendiri tidak tahu untuk apa dan hanya sebatas mengetahui kegunaannya tanpa memiliki wawasan dan pemahaman baik dari segi cara pakai, kualitas produk dan hal lainnya yang terkait.


No comments: